Transisi energi secara umum didefinisikan sebagai perubahan struktural jangka panjang di dalam sistem energi. Hal ini telah terjadi di masa lalu, dan masih terjadi di seluruh penjuru dunia. Sejarah transisi energi yang paling luas digambarkan oleh Vaclav Smil. transisi energi kontemporer berbeda dalam hal motivasi dan tujuan, pergerakan dan pengelolaan. Dalam arti yang lebih sempit, transisi energi berkelanjutan merupakan pergeseran oleh beberapa negara, terutama Jerman, untuk mendesentralisasi energi terbarukan, dan efisiensi energi. Di Jerman transisi energi dikenal dengan istilah Energiewende. Meskipun sejauh ini transisi telah menggantikan energi nuklir, tujuan mereka melakukan transisi adalah penghapusan batubara dan sumber energi non-terbarukan lainnya dan menciptakan sistem energi berdasarkan energi terbarukan 100%.

Energi terbarukan meliputi angin, tenaga air, tenaga surya (photovoltaic dan thermal), panas bumi, dan energi laut. Sumber-sumber terbarukan merupakan sebagai alternatif dari pengguanaan bahan bakar fosil (minyak, batubara, gas alam) dan bahan bakar nuklir (uranium) untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Pemecahan masalah energi dianggap sebagai tantangan paling penting yang dihadapi umat manusia di abad ke-21.

Langkah sedikit demi sedikit sering memiliki potensi yang terbatas, sehingga pelaksanaan transisi energi yang tepat waktu membutuhkan beberapa pendekatan secara paralel. Konservasi energi dan perbaikan dalam hal efisiensi energi memainkan peran yang prnting dan utama. Contoh dari langkah efisiensi energi yang efektif adalah peningkatan sistem isolasi bangunan-bangunan. Smart-meter listrik dapat menjadwalkan konsumsi energi untuk saat-saat ketika pasokan listrik hanya tersedia murah.

Setelah masa transisi tersebut, dengan terus meningkatnya produksi energi terbarukan ini diharapkan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energi dan mengurangi emisi, jika tidak semua, dari produksi energi dunia dalam 50 tahun kedepan berdasarkan proyeksi dari tahun 2011 oleh Badan Energi Internasional, secara dramatis akan mengurangi emisi dari gas rumah kaca.

Reference:

  1. World Energy Council. 2014. Global Energy Transitions.
  2. Jump up^ Smil, Vaclav. 2010. Energy Transitions. History, Requirements, Prospects. Praeger
  3. Jump up^ Federal Ministry for the Environment (29 March 2012). Langfristszenarien und Strategien für den Ausbau der erneuerbaren Energien in Deutschland bei Berücksichtigung der Entwicklung in Europa und global [Long-term Scenarios and Strategies for the Development of Renewable Energy in Germany Considering Development in Europe and Globally] (PDF). Berlin, Germany: Federal Ministry for the Environment (BMU).
  4. Jump up^ Nicola Armaroli, Vincenzo Balzani, The Future of Energy Supply: Challenges and Opportunities. In: Angewandte Chemie 46, (2007), 52-66, p. 52,doi:10.1002/anie.200602373.
  5. Jump up^ Ben Sills (Aug 29, 2011). “Solar May Produce Most of World’s Power by 2060, IEA Says”. Bloomberg.

Source: https://en.wikipedia.org/wiki/Energy_transition

Advertisements