Distributed Generation (DG) berkaitan dengan penggunaan unit pembangkit kecil yang dipasang di titik-titik strategis pada sistem tenaga listrik atau dekat dengan lokasi beban pusat. DG dapat digunakan dengan cara yang terisolasi, memasok untuk kebutuhan konsumen lokal, atau terintegrasi ke dalam jaringan pemasok energi. Teknologi DG dapat dijalankan menggunakan sumber daya energi terbarukan, bahan bakar fosil atau juga limbah panas. Peralatan yang digunakan memiliki ukuran berkisar antara kurang dari satu kilowatt (kW) sampai dengan puluhan megawatt (MW).

Teknologi DG terdiri dari mesin, turbin angin berukuran kecil, fuel cell dan sistem fotovoltaik. Meskipun ukurannya yang kecil, teknologi DG mengalami dampak yang lebih kuat di pasar listrik. Di beberapa pasar, DG sebenarnya dapat mengganti jaringan listrik yang memiliki harga lebih mahal. Namun, ada masalah beberapa masalah teknis dalam penerapan teknologi DG yang patut mendapat perhatian.

Penggunaan teknologi DG memiliki pengaruh teknis pada jaringan listrik, antara lain:

1. Suhu

Ketika DG terhubung dengan jaringan distribusi, maka pola beban akan berubah. Jumlah permintaan beban pada akhirnya akan membuat beban penyulang menjadi penuh. Hal ini meningkatkan level dari DG yang juga akan menyebabkan peningkatan arus mengalir secara keseluruhan pada di dalam jaringan dan membuat semua komponen peralatan mendekati batas suhu maksimum.

Jika batas suhu pada komponen jaringan terlewati karena penggunaan koneksi dari DG, maka jaringan yang berpotensi terkena dampak akan perlu diganti dengan jaringan yang memiliki rating suhu yang lebih tinggi. Hal ini biasanya akan dilakukan dengan melalukan penggantian dengan luas penampang yang lebih besar.

2. Kontribusi Tingkat Gangguan

Gangguan dapat terjadi dengan berbagai cara pada jaringan listrik, bisa disebabkan saluran jaringan listrik udara yang jatuh atau bisa juga karena kerusakan pada jaringan listrik kabel tanah.Arus yang mengalir pada saat gangguan dapat datang dari 3 sumber pada jaringan distribusi yaitu bersumber dari sistem transmisi, generator distribusi dan juga beban (dengan Motor Induksi).

Koneksi DG dapat menyebabkan gangguan pada titik koneksi. Peningkatan ini disebabkan karena adanya tingkat gangguan tambahan dari generator – generator dan dapat menyebabkan seluruh tingkat gangguan melebihi tingkat gangguan maksimum yang dirancang pada pperalatan distribusi.

Peningkatan gangguan ini dapat di tampung atau dikurangi, baik dengan cara peningkatan peralatan atau dengan melakukan konfigurasi ulang jaringan distribusi.

3. Profil Tegangan

4. Harmonik dan interaksi dengan beban

5. Interaksi antara Unit Pembangkit

6. Sistem Proteksi

Advertisements