Mari kita pertimbangkan kontribusi apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh energi terbarukan, terutama di Indonesia. Hal yang mudah kalau kita ingin membuat pernyataan yang cepat tentang sangat luasnya energi alam yang tersedia. Bentuk ini merupakan total dari “semua sumber energi yang tersedia”. Menentukan seberapa banyak energi khususnya sebuah sumber atau sebuah teknologi yang secara nyata dapat menghasilkan energi perlu melihat pada berbagai batasan-batasan, secara teknikal, sosial dan juga ekonomi pada pemanfaatannya. Hal-hal ini mengurangi “sumber” atau “potensi” terhadap sesuatu menjadi lebih realistis. Kemungkinan peringkat urutan dari batasan-batasan tersebut diberikan pada Box 10.1. Potensi ekonomi tersebutpada akhinya memiliki kemungkinan yang jauh lebih kecil dibanding gagasan apapun dari total sumber energi yang tersedia.

jadi maksudnya semua asumsi energi yang tersedia belum tentu bisa dimanfaatkan semuanya untuk memenuhi kebutuhan energi, karena harus diliat dari beberapa batasan seperti potensi secara teknik, potensi secara praktis, dan potensi secara ekonomi.

contohnya otensi energi terbarukan yang ada di Indonesia ada 100 TW. tapi yang memenuhi syatan teknikal hanya 80 TW dan dari 80 TW itu yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara praktis dan ekonomi hanya 60 TW. jadi potesin yang sebenarnya bukan 100 TW, tetapi 60 TW.

Pertama-tama mari kita bedakan antara cadangan fossil fuel yang terbatas dengan sumber energi terbarukan. Cadangan minyak dunia, contohnya, adalah jumlah total energy minyak yang diketahui tempatnyadan dapat diakses dengan kondisi tertentu. Contohya kata “total” secara jelas tidak akan ada artinya untuk energi yang bersumber dari angin, matahari atau energi terbarukan lainnya hal ini biasanya dispesifikasikan dengan potensial kontribusi tahunan. hal ini penting untuk mengingatkan kembali prbedaan ini ketika membandingkan potensial kontribusidari energi fossil dan sumber energy terbarukan.

Advertisements